Categories
Pendidikan

Bagaimanakah Perhitungan GMAT Scores? dan Seperti Apa Jenis Soalnya?

Graduate Management Admission Test atau yang lebih dikenal dengan GMAT adalah jenis tes yang digunakan dalam penjaringan mahasiswa baru jurusan bisnis. Seperti namanya, mahasiswi yang dimaksud adalah calon mahasiswa pada tingkatan magister alias S-2. 

Di banyak negara wilayah Eropa dan Amerika, tes ini merupakan tes wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa yang mendaftar program Master of Business Administration, dimana Kamu dapat mengikuti kelas kursus GMAT Di sini.

Namun, ada juga beberapa universitas yang tidak menerapkan GMAT dan menggantinya dengan jenis tes yang lain. 

Di Amerika sendiri GMAT umum digunakan, tetapi dengan standar berbeda-beda di setiap universitas atau jurusan. Yang pasti, seperti tes berstandar internasional lainnya, GMAT juga dilakukan dengan sistem Computer Adaptive Test (CAT). 

Seperti Apakah Soal-Soal GMAT ?

Di dalam tes GMAT terdapat tiga bagian soal yang harus dikerjakan oleh addmision atau peserta tes, yaitu Analytical Writing Assessment, Math, dan Verbal.  Penjelasan masing-masing bagian tes tersebut adalah sebagai berikut. 

  1. AWA

Pada bagian Analytical Writing Assessment, tes yang disajikan adalah berupa dua esai yang harus dikerjakan selama 30 menit. Masing-masing adalah Analysis of an Issue dan Analysis of an Argument.

Setiap bagian esai tersebut terdapat satu pertanyaan yang mengharuskan peserta menjabarkan dan langsung mengetikan ke layar monitor.

  1. Math

Salah satu bagian tes yang menguras kerja otak tentu saja tes matematika ini. Namun, bagi kamu seorang mahasiswa bisnis tulen tentu bukan masalah. Beberapa testimoni juga mengatakan bahwa materi yang diberlakukan pada soal-soal tersebut adalah materi dasar. 

Pada bagaian ini terdapat 37 soal berupa multiple choice yang harus dikerjakan selama 75 menit saja. Bentuk solanya akan dibedakan menjadi dua tipe, yaitu problem solving dan data sufficiency. 

Pada bagian soal bertipe problem solving, peserta akan mendapatkan pertanyaan matematika yang umum didapati, yaitu menghitung untuk mendapat jawaban yang tepat. Namun, pada bagian soal bertipe data sufficiency yang jarang ditemui di Indonesia, soal yang disajikan tidak mengharuskan peserta untuk mendapatkan jawaban akhir. 

Pada tipe yang kedua tersebut, peserta tes hanya harus memberikan data-data yang diperlukan untuk mengerjakan sebuah soal tertentu. Bukan hasil akhirnya, tetapi data untuk mendapatkan jawaban akhirnya. Pada soal-soal bagian data sufficiency inilah peserta rawan menghabiskan waktu. Pada tipe kedua tersebutlah peserta terjebak untuk berulang mengujinya dengan cara mengerjakan soal dengan data-data yang dipilih untuk membuktikan jawaban akhirnya. Padahal hal tersebut tidak perlu dan justru menyita banyak waktu.  

  1. Verbal

Pada bagian ini, soal tes yang harus dikerjakan oleh peserta juga berbentuk multipe choice atau pilihan ganda. Dengan waktu maksimal 75 menit, peserta harus menyelesaikan sebanyak 41 soal dengan dibagi menjadi beberapa tipe. 

Tipe-tipe soal yang harus dikerjakan pada bagian verbal ini adalah Sentence Correction, Critical Reasoning, dan Reading Comprehension.

Tipe-tipe soal tersebut tidak jauh berbeda dengan tipe soal yang ada pada tes TOEFL, yaitu ujian menganalisis dan memahami suatu argumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *