Categories
Parenting

Aku Melahirkan Di Mana, Ya Bag4

Rumah sakit/bersalin yang baik tentu memiliki program inisiasi menyusu dini demi kelancaran ASI untuk si bayi. ‘ PUNYA FASILITAS RAWAT GABUNG Sebaiknya pilih rumah sakit yang memiliki fasilitas rawat gabung sehingga Mama bisa menyusui bayi kapan pun bayi membutuhkan. Taruh di daftar paling atas rumah sakit yang mendukung pemberian ASI tanpa jadwal.

Baca juga : Kerja di Jerman

Kapan pun bayi lapar, seharusnya langsung disusui, tidak dihalangi atau diatur-atur sesuai jadwal padahal bayi sudah kelaparan dan kehausan. Pastikan juga rumah sakit pilihan Mama tidak memberikan dot pada bayi saat bayi menangis. Pemberian dot bisa menyebabkan bayi mengalami bingung puting dan mengurangi kemampuannya mengisap ASI. ‘ SISTEM KEAMANAN, ADMINISTRASI, DAN OPERASIONALNYA DIKELOLA DENGAN TEGAS DAN PROFESIONAL Ini untuk menghindari adanya bayi tertukar atau ada orang berniat jahat ingin memiliki bayi dengan cara tidak sah dan tidak terpuji.

Jangan sungkan menanyakan ke teman dan kerabat, rumah sakit bersalin mana yang menurut mereka paling baik. Nah, Mama, itulah beberapa hal yang penting dipikirkan dan dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilih tempat melahirkan yang diinginkan. Salah satu pertimbangan dalam memilih tempat melahirkan yang tepat adalah memiliki fasilitas rawat gabung ibu dan bayi serta program inisiasi menyusu dini. Sebenarnya, selama kehamilan Mama sehat, tidak ada komplikasi, dan dibantu oleh tenaga medis yang andal, melahirkan di mana saja relatif aman, kok.

KEUNTUNGAN PASANG KONTRASEPSI PASCAMELAHIRKAN Ingin leluasa menyusui bayi setelah melahirkan tanpa perlu cemas “kecolongan” hamil lagi? “Pemasangan kontrasepsi IUD pada mama segera setelah melahirkan dapat mengurangi risiko kehamilan dalam waktu 18 bulan setelah melahirkan. Keputusan ini sekaligus mengurangi risiko masalah lainnya, seperti kelahiran prematur,” kata Dr. Erika Levi, Asisten Profesor Obstetri dan Ginekologi dari Albert Einstein College of Medicine, Bronx.

Umumnya, para mama diminta menunggu sekitar 6 minggu sebelum mereka bertemu dokter lagi dan berdiskusi soal kontrasepsi. Namun, ternyata separuhnya sudah mulai berhubungan intim lagi sebelum tenggat waktu itu tiba. Dengan memasang kontrasepsi lebih cepat, kehamilan yang tak diinginkan bisa dihindari, demikian menurut studi yang dimuat di Obstetrics and Gynecology ini.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *