Categories
Home

10 Tips untuk Membangun Rumah di Bali agar Nyaman

10 Tips untuk Membangun Rumah di Bali agar Nyaman – Bekerja sama dengan arsitek bisa dikatakan susah- susah gampang. Seperti mencari jodoh, katanya. Arsitek mungkin mudah ditemukan, namun memilih yang sesuai tak semudah yang dibayangkan. Bisa dikatakan, meng-hire seorang arsitek adalah tentang kepercayaan. Anda harus merasa percaya bahwa si perancang mampu mewujudkan impian Anda. Anda juga harus percaya bahwa uang yang Anda keluarkan sebanding dengan rancangan yang dihasilkan. Faktor kepercayaan ini yang kerap kali membuat Anda kesulitan bekerjasama dengan arsitek. Saat sudah ketemu, ternyata tidak cocok dengan selera. Saat berdiskusi, ternyata tak sesuai dengan ide dan bujet yang tersedia. Bahkan, setelah bermingguminggu berdiskusi, bisa saja tak ada kecocokan dalam menghasilkan rancangan. Proses bekerja sama bisa jadi merupakan tahapan paling penting dalam menentukan kesuksesan Anda dalam membangun rumah. Pada tahap ini, keinginan dan kebutuhan Anda akan dilebur dengan idealisme dan gagasan perancang. Saat semua selesai dijalani, rancangan yang dihasilkan pun menjadi lebih matang. Agar mempermudah proses kerja sama ini, berikut persiapan yang dapat Anda lakukan.

  1. Seleksi Kebutuhan Sebelum mempercayakan desain rumah impian kepada si arsitek, tentukan terlebih dahulu kebutuhan yang harus Anda dipenuhi. Berapa jumlah orang yang akan menghuni. Kegiatan apa saja yang akan dipenuhi. Termasuk aktivitas tambahan lain yang mungkin diwadahi sewaktu-waktu. Penentuan kebutuhan ini akan memudahkan Anda berdiskusi dengan si arsitek. Saat proses konsultasi desain, Anda lebih fokus pada desain yang ingin diwujudkan. Arsitek pun lebih mudah untuk menerjemahkan kebutuhan tersebut dalam gambar perancangan.
  2. Hitung Dana Bila kebutuhan telah dicatat, saatnya Anda melihat dana yang akan dialokasikan. Kepastian dana yang ada, membuat Anda terhidar dari proyek mandek di tengah jalan. Arsitek akan menayakan ketersediaan dana yang Anda miliki. Tujuannya, sang perancang dapat memberikan solusi desain terbaik sesuai dana yang Anda miliki. Selalu sediakan dana cadangan 20% dari rencana biaya yang diajukan arsitek atau kontraktor. Dana ini berguna untuk dana tambahan bila sewaktu-waktu biaya pembangunan bertambah akibat kenaikan harga material atau sebab lain. Plus, jangan lupa cadangkan untuk fee arsitek.
  3. Cari Referensi Anda bisa mencari gambar contoh desain rumah yang bisa mewakili rumah impian Anda. Gambar bisa Anda dapatkan melalui majalah atau internet. Tapi ingat, gambar ini bukan untuk ditiru. Desain yang Anda dapatkan ini hanya menjadi gambaran yang mewakili selera Anda. Arsitek akan menerjemahkan kembali permintaan Anda sesuai konteks kebutuhan dan lahan yang tersedia.
  4. Cari Info dan Portofolio Untuk memilih arsitek yang tepat, Anda bisa mencari via internet atau majalah. Atau, Anda bisa meminta rekomendasi kerabat atau teman yang pernah memakai jasa arsitek. Cek portofolio arsitek yang menarik perhatian Anda. Perhatikan desain yang mereka hasilkan, apakah selaras dengan wujud rumah idaman Anda atau tidak. Tiap arsitek, biasanya mempunyai pendekatan desain yang berbeda-beda. Pilih yang paling cocok.
  5. Konsultasi Proses diskusi berlangsung setelah proses menetapkan arsitek yang Anda pilih. Dalam diskusi ini, ungkapkan setiap kebutuhan yang telah Anda catat sebelumnya. Sampaikan kisaran dana yang Anda miliki. Tunjukan pula gambaran rumah idaman Anda. Bila ada hal yang kurang jelas pada desain yang ditawarkan arsitek, segera tanyakan. Misalnya, jenis material apa yang akan dipakai, berapa harganya, bagaimana perawatannya hingga perbaikan saat rusak. Semakin detail hal yang Anda ketahui, semakin kecil pula potensi perubahan desain saat pembangunan. Perubahan desain saat proyek berjalan, bisa mengakibatkan biaya membengkak.
  6. Revisi Desain Saat proses konsultasi, Anda mendapatkan hak revisi desain sebanyak 3 kali. Jadi, bila desain awal yang diajukan arsitek tak sesuai, Anda bisa meminta melakukan perubahan hingga 3 kali. Tahap revisi ini akan menjadi kunci untuk menyelaraskan kebutuhan dan keinginan Anda dengan idealisme si arsitek. Tujuannya, bangunan tak hanya indah tapi juga nyaman dihuni. Anda sebagai pemilik merasa setiap ruang mampu mewadahi kegiatan semua keluarga.
  7. Pembayaran Jasa Setelah proses desain selesai, Anda akan mendapatkan dokumen gambar kerja yang lengkap. Gambar melingkupi rencana tapak (site plan), denah, tampak , potongan, dan gambar perancangan. Gambar juga dilengkapi dengan Rencana Anggaran Bangunan (RAB). Pada tahap terakhir ini, Anda juga harus mengeluarkan biaya jasa desain. Besarnya biaya bergantung pada kesepakatan Anda dengan arsitek. Namun, secara umum fee arsitek berkisar antara 5-10% dari total RAB yang diajukan.
  8. Pilih Kontraktor Bila desain dari arsitek telah rampung, kini saatnya mencari kontraktor pelaksana. Anda bisa mencari sendiri kontraktor berdasar informasi dan rekomendasi yang telah Anda dapat. Atau, Anda bisa meminta saran dan rekomendasi si arsitek. Hindari meminta arsitek untuk menjadi pelaksana lapangan sekaligus. Arsitek dan kontraktor mempunyai keahlian yang berbeda. Arsitek pada bidang perancangan, kontraktor dalam kontruksi.
  9. Pengawasan Proyek. Walau pengerjaan proyek telah diserahkan ke kontraktor, Anda harus tetap melakukan pengawasan. Saat proses pembangunan, kontrol menjadi penting untuk menjaga bangunan sesuai dengan rencana. Untuk tahap konstruksi struktur, mungkin pengawasan bisa dilakukan 2 minggu sekali. Tak perlu terlalu sering dilakukan. Tapi saat proses pembangunan memasuki tahap fnishing, pengawasan rutin menjadi wajib. Tujuannya, menyamakan persepsi mengenai detail yang akan dipasang. Misalnya pola lantai, warna cat yang dipilih, motif plafon yang dipasang, dan detail lainnya. Pada saat pengawasan, Anda bisa mengajak arsitek untuk mendampingi. Ajukan pertanyaan bila ada beberapa hal yang tak sesuai gambar. Lebih detail, lebih baik
  10. Pastikan terdapat sumber listrik cadangan di RAB yang dibuat arsitek tersebut. Sumber listrik cadangan tersebut berupa genset. Apalagi untuk anda yang tinggal di bali. sangat di perlukan genset bali yang berkualitas dan bergaransi resmi. Kenapa genset dibutuhkan? Agar rumah nyaman di tinggali tentu aktifitas di rumah harus dipastikan agar tidak terganggu dengan padamnya listrik secara tiba tiba. Apalagi saat ada pemeliharaan jaringan oleh PLN. Untuk itu di butuhkan genset bali yang berkualitas dan bergaransi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *